Wib"/>

Jump to content.

Inspirasi mata waktu ke-7 : Kehidupan yang paling menyenangkan adalah kehidupan imajinasi.

“Kehidupan yang paling menyenangkan adalah kehidupan imajinasi. Karena itu janganlah mengungkung imajinasi seseorang”
(Jules Verne, Penulis novel fiksi ilmiah, 1828 – 1905)

1. Balikkanlah logika

Kadang suatu sasaran bisa tercapai justru melalui pendekatan yang membalikkan logika. Segala sesuatu adalah mungkin, ini prinsipnya dan bahkan ketika suatu masalah menurut cara berpikir yang lazim sulit diselesaikan, kenapa tidak mencoba melalui jalan lain dengan menjungkir balikkan logika? Ketika segala sesuatu diselesaikan dengan pendekatan yang logis, itu karena persoalan kewajaran saja. Dan nilai – nilai kewajaran itu ada karena secara umum diterima, karena memang begitulah pikiran kebanyakan orang menerimanya.

Untuk memacu penyelesaian kreatif, beberapa jalan yang tidak “logis” dapat ditempuh. Cara ini akan membawa kita pada penyelesaian-penyelesaian tidak biasa yang mugkin tidak terpikirkan sebelumnya. Bisakah kita membayangkan hal – hal berikut dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang mengikuti?

a. sebagai seorang pemimpin sebuah organisasi/institusi, and sengaja tidak datang pada suatu rapat penting yang mesti anda pimpin. Ini dapat menuntun kepada kemungkinan dimana pengurus-pengurus lain lebih peduli untuk mempersiapkan rapat tersebut daripada sebelumnya, ketika anda bisa memimpinnya. Dengan demikian momen tersebut bisa menjadi cara untuk membuat pengurus-pengurus lain lebih peduli dan lebih paham seluk-beluk dan rencana-rencana strategis organisasi yang selama ini mereka urus;

b. sebagai mahasiswa yang pintar dan selalu bernilai bagus, anda “sengaja “ mendapat nilai jelek pada suatu ujian. Kemungkinan berikutnya adalah anda dipanggil oleh dosen mata kuliah bersangkutan dan dari situ anda bisa membangun hubungan lebih dekat dengan dosen tersebut;

c. saat sebuah momen datang, entah hari-hari besar atau ulang tahun teman atau orang dekat anda atau momen-momen yang lain, kirimilah mereka dengan sebuah kartu ucapaan konvensional buatan anda sendiri yang anda buat secara manual (digambar dan ditulis tangan), kemungkinan anda akan menyadari bahwa anda punya kemampuan untuk membuat kartu-kartu ucapan tersebut dengan kreasi anda. Demikian juga teman-teman serta orang-orang dekat anda akan merasakan perhatian yang lebih personal daripada ucapan-ucapan “mekanis” yang selama ini telah biasa mereka dapatkan.

Kemungkinan bisa datang lewat cara apapun, termasuk melalui cara yang menjungkir balikkan logika. Dan berpikir kreatif selalu mungkin melibatkan cara-cara tersebut. Tentu saja mengambil jalan dengan cara itu tetap melibatkan resiko, sebagaimana suatu cara diambil dengan jalan yang konvensional (biasa) dan barangkali malah lebih besar. Tetapi bukankah memang demikian keniscayaan sebuah keputusan, apalagi untuk jalan kreatif?

Sebagai seorang dokter, Edward Jenner yang kemudian dikenal sebagai penemu vaksin cacar, sudah sering mendengar kepercayaan masyarakat dan pemerah susu di kota kecil Berkeley, Cloucestershire, Inggris, bahwa seseorang yang pernah terkena penyakit cacar sapi tidak akan terserang oleh penyakit cacar. Cacar sapi adalah penyakit ternak ringan yang bisa menular kepada manusia. Tapi penyakit ini bagi manusia tidak berbahaya. Jenner berpikir, jika keyakinan masyarakat tersebut benar, tentu seandainya serum penyakit cacar sapi tersebut dimasukkan ke tubuh manusia justru akan membuat mereka kebal terhadap penyakit cacar. Maka pada bulan Mei 1796, Jenner menyuntik seorang bocah lelaki dengan cairan yang diambil dari bintik penyakit cacar sapi. Dan sebagaimana yang dipikirkan, bocah tersebut segera terkena cacar sapi. Tapi ketika serum penyakit cacar disuntikkan pada anak tersebut, ia tidak terkena penyalit itu.

2. Visualisasikan tujuan kita

Pikiran adalah kekuatan besar yang dimiliki manusia. Salah satu cara untuk memanfaatkan kekuatan besar pikiran adalah memvisualisaikan tujuan kita. Kemana kita akan pergi, apa yang menjadi harapan dan seperti apa keberhasilan yang kelak akan kita raih, akan mempunyai daya stimulasi yang besar untuk diwujudkan apabila kita menempatkannya dalam gambaran pikiran kita.

Pikiran adalah energi dan kekuatan kreatif. Pikira adalah kekuatan luar biasa yang bahkan bisa menciptakan realitas. Jika gambaran dalam pikiran tentang suatu obyek harapan kita fokuskan dan ulang terus menerus, maka seiring perjalanan waktu, pikiran menuntun jalan untuk mewujudkan gambaran tersebut menjadi realitas.

Membangun visualisasi pikiran berarti membayangkan (dengan intens) suatu harapan terlaksana (dengan melihat harapan itu telah terjadi). Gambaran dari pikiran itu difokuskan pada “sasaran yang telah selesai”. Dengan demikian kehendak yang kuat terhadap terlaksananya keinginan adalah pijakannya dan visualisasi pikiran adalah kendaraannya.

Dr. Lothar von Blenk Schmidt, seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman yang juga menguasai pengetahuan tentang bawah sadar, memvisualisasikan keinginannya untuk lepas dari kamp tawanan pada suatu tambang batubara saat menjadi tawanan pada perang antara Jerman dan Rusia pada PD II. Ilmuwan tersebut melakukan konsentrasi agar bisa lolos dari kamp tawanan itu. Ia menguasai pengetahuan bawah sadar, dan padaa saat mendesak seperti itu, ia sadar itulah saat yang tepat untuk menggunakan kemampuannya. Dalam pikirannya, ia terus mengulang-ulang kalimat, “Saya akan keluar dari tempat ini dan menemukan jalan untuk pergi ke Los Angeles”. Dengan terus menerus pula ia memvisualisasikan dalam pikirannya gambar Boulevard Wilshire di kota Los Angeles. Ia juga membayangkan gedung-gedung di kota itu yang pernah ia lihat dari gambar. Ia membayangkan pula berjalan-jalan dengan seorang gadis Amerika di jalan-jalan kota itu. Pada suatu saat ia punya kesempatan untuk melarikan diri dari kamp tersebut denga cara menyusup keluar dari barisan saat apel. Kemudian pada malam harinya ia menumpang kereta api yang mengangkut batubara menuju Polandia. Selanjutnya ia pergi ke Swiss. Suatu malam di Hotel Palace di Lucerne, Swiss, ia berbincang-bincang dengan suatu keluarga dari Amerika. Keluarga ini menawari Dr. Lothar menjadi tamu mereka di Amerika. Ia menyetujuinya dan selanjutnya berangkat ke Amerika. Saat Dr. Lothar berada di Los Angeles, supir yang mengantar membawanya melewati jalan-jalan yang dulu sering ia bayangkan ketika masih menjadi tawanan di tambang batubara. Dan bahkan kemudian ia mempersunting gadis Amerika. Maka demikianlah, terwujud pula harapan yang terus menerus ia gambarkan ke dalam pikirannya dulu.

3. Jadilah anak-anak

Dunia anak-anak adalah dunia tanpa batas. Dunia dengan segala kemungkinan yang mereka pikirkan. Dunia dengan segala imaginasi, bahkan yang irasional sekalipun. Pikiran mereka tidak pernah dibatasi oleh syarat dan batasan yang dibuat oleh lingkunganya. Anak-anak adalah sosok asing di wilayah yang asing, sehingga mereka selalu dipenuhi oleh ketakjuban, kekaguman dan keingintahuan. Dalam benak mereka selalu muncul pertanyaan “mengapa” terhadap segala hal yang mereka lihat, dengar dan rasakan.

Anak-anak tidak pernah mengangap sesuatu sebagai hal yang biasa. Mereka selalu berpikir, sesuatu yang ada di sekitar mereka adalah barang menakjubkan yang mengundang pertanyaan. Terlepas apakah kemudian mereka mengungkapkan keheranan dan keingintahuan itu (karena ini menyangkut soal pola asuh), dalam benak anak-anak selalu timbul pertanyaan-pertanyaan.

Anak-anak juga tidak pernah mengekang imaginasi mereka. Hal terbaik dari pikiran seorang anak adalah, mereka menginginkan dan menganggap sesuatu sebagaimana mereka menggambarkannya dalam pikiran. Berikanlah seember pasir basah dan biarkan mereka “membangun” apa yang mereka inginkan. Lalu tanyakan apa yang mereka buat. Barangkali kita akan terheran-heran mendapatkan jawaban mereka, bagaimana mereka mempersepsikan bentuk yang mereka buat itu. Tapi itulah anak-anak. Pikiran mereka selalu siap mengembara kemanapun dan kemudian hinggap pada obyek apapun.

0 comments

Leave a comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Read more

«
»