Wib"/>

Jump to content.

Inspirasi mata waktu ke-5 : Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup anda

“Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup anda, tahu seluruh dunia itu bukan apa-apa”.
(Osho, Guru Spiritual, 1931 – 1990)

Berpikir kreatif_5

1. Pelajari dan tandailah perubahan kita

Di dunia ini, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dan semestinya segala sesuatu berubah karena memang demikianlah dunia berkembang. Tak ada yang tidak berubah, bahkan pada sebuah benda mati sekalipun. Jika kita merasa nyaman dalam suatu keadaan, maka kita cenderung tidak berkembang. Seharusnya kita berubah. Seharusnya kita berkembang.

Mempelajari bagaimana kita berubah adalah mempelajari pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan. Karena merupakan sebuah kecenderungan, suatu saat kita bisa memakainya dengan sengaja dan mengharapkan perubahan dari cara itu. Dulu ketika awal belajar membaca, kita sering mengeja kata demi kata dengan gerakan jari telunjuk mengikuti kata – kata tersebut. Tetapi semakin lama kita berusaha meninggalkan kebiasaan itu, karena kita sadar selain melelahkan, kebiasaan itu juga menghambat kecepatan baca. Suatu ketika tanpa direncanakan kita mungkin mengambil jalan lain saat berangkat atau pulang kerja. Dan ternyata kita menemukan bahwa lewat jalan tersebut, kita justru menemukan banyak hal yang menyenangkan dan memudahkan, misalnya banyak rumah makan, banyak toko buku atau banyak gerai-gerai penjual voucer pulsa telpon. Maka kita pun kemudaian akan berusaha menandai bahwa jalan tersebut lebih menyenangkan sebagai jalur saat kita berangkat atau pulang kerja.

Hal itu bisa kita terapkan untuk banyak hal di dalam kehidupan kita. Kehidupan mempunyai kecenderungan – kecenderungan untuk menuntun kita pada sesuatu yang lebih menyenangkan. Kehidupan mempunyai lecenderungan untuk menuntun kita pada perubahan-perubahan yang lebih baik. Tingal kita bisa atau tidak menandainya, karena kecenderungan ke arah perubahan sering mudah lepas dari perhatian kita.

2. Temukan kemungkinan lain saat kita tersesat

Sesungguhnya kehidupan ini sering berisi kejutan – kejutan jika kita mau memperhatikannya. Dan yang namanya kejutan, tentu tidak bisa kita ramalkan atau pehitungkan sebelumnya. Ketika kita keluar dari jalan yang kita rencanakan, seringkali kita justru menemukan banyak hal yang lebih menantang dan menggairahkan. Dalam pengalaman yang sedehana, beberapa kali saya justru mendapatkan buku dengan topik lain yang menarik, saat pergi ke toko buku saya tidak menemukan buku yang saya inginkan. Pengalaman sederhana ini menarik bagi saya, karena kemudian saya berpendapat banyak kehidupan ini tidak pernah kehabisan kejutan untuk kita. Tentu hal tersebut juga bisa berlaku untuk hal – hal lain.

Bukankah Columbus menemukan Amerika, sesungguhnya karena ia tersesat? Yang menarik minat banyak penjelajah eropa saat itu adalah wilayah Timur Jauh yang terkenal akan rempah-rempahnya. Dan jalan putar yang ditempuh Columbus membawanya ke benua itu. Tetapi ketersesatan Columbus justru membawa berkah, karena eksplorasi pertama yang ia lakukan terhadap benua Amerika, kemudian mebuka dunia baru tersebut.

Bagaimana kita bisa menemukan hal-hal baru saat kita tersesat? Yang penting adalah kita tidak menutup pikiran terhadap kemungkinan – kemungkinan baru yang ada di depan kita, demikian juga, kita mesti rela “melepaskan beban” keinginan yang kita rencanakan sebelumnya. Tidak tergesa-gesa untuk segera kembali ke jalur semula yang kita rencanakan saat kita tersesat, akan membuka peluang untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan lain yang menggairahkan.

3. Kembangkanlah sikap ingin tahu

Sikap ingin tahu merupakan jalan untuk membuka pikiran kreatif. Berpikir kreatif semestinya dikembangkan sampai ke batas-batas, wilayah-wilayah dan ruang-ruang yang asing bagi kita. Karena wilayah-wilayah tersebut sering masing asing bagi kita dan bisa memberikan banyak kemungkinan baru, maka keingintahuan adalah syarat untuk masuk di dalamnya. Dalam mengeksplorasi keingintahuan, pertanyaan yang diajukan semestinya tidak hanya berhenti pada satu dua hal saja, karena suatu kejadian sering tidak berdiri sendiri, tapi melibatkan banyak unsur. Untuk mengembangkan sikap ingin tahu, kita bisa belajar dari cara wartawan mencari jawaban untuk ditulis atas sebuah kejadian atau obyek berita. Pertanyaan substansial dari para wartawan itu sudah sering kita dengar sebagai 5 W + H (who, what, why, when, where dan how).

Mengingat bahwa keingintahuan merupakan jiwa dari penjelajahan-penjelajahan dan penemuan-penemuan, semestinya sikap itu terus dipupuk dan dilatih sensititivitasnya. Dalam kehidupan keseharian, tidak akan pernah kehilangan hal atau gejala untuk dipertanyakan. Dan sesungguhnya merupakan kodrat manusia dengan segala keterbatasannya untuk tidak mengerti sesuatu dan kemudian merupakan sebuah kepantasan untuk mengajukan berbagai pertanyaan atas ketidaktahuannya. Bahkan seorang Enstein memberi nasehat yang tegas tentang pentingnya mengembangkan sikap ingin tahu. “Hal yang penting adalah jangan berhenti bertanya. Rasa ingin tahu mempunyai alasannya sendiri untuk tetap eksis”.

0 comments

Leave a comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Read more

«
»