Wib"/>

Jump to content.

Inspirasi mata waktu ke-4 : Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian

“Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian”
(Rene Descartes, 1596 – 1650)

Berpikir kreatif_4

1.Tentukanlah pijakan kita

Apapun yang kita kejar dan harapkan, kita perlu membangun pondasi untuk mengawalinya. Ini penting, karena seperti bangunan rumah, apapun jenis dan model yang akan kita bangun, pondasi adalah hal pertama yang harus kita perhatikan. Pondasi untuk membangun apa yang kita harapkan, dapat bermacam-macam. Tapi saya rasa sikap mental merupakan hal utama, karena dengan itu kita bisa menggerakkan sumber daya yang lain untuk mengejar impian dan harapan kita.

Kita tahu bahwa sejarah pencarian dan penemuan selalu diawali dengan membangun pijakan yang kokoh. Diawali dari minat, kemudian para penemu tersebut menenggelamkan dirinya ke dalam dasar-dasar upaya penjelajahannya. Dan dengan pijakan yang kokoh pada pondasi bidang yang ditekuninya mereka menemukan hal – hal yang monumental.

Michael Faraday, penemu dinamo, senang mengikuti ceramah-ceramah yang disampaikan Sir Humphy Davy, seorang ahli kimia. Ia tekun mencatat materi ceramah -ceramah tersebut. Suatu ketika, ia mengirim tulisan materi ceramah itu disertai surat lamaran, kepada Davy. Davy tertarik terhadap tulisan-tulisan Faraday, sehingga ia menerimanya sebagai asisten di laboratoriumnya. Davy terkesan dengan ketekunan Faraday, sehinga ia tidak segan menularkan ilmunya. Faraday sadar bahwa cara seperti itulah yang harus ia lakukan untuk mengejar impiannya menjadi seorang ilmuwan. Dan pada akhirnya, ia banyak menghasilkan temuan-temuan besar. Faraday berhasil karena ia sadar, bahwa ia harus menentukan pijakan yang tepat.

Cara untuk membangun pijakan dalam merintis apa yang kita harapkan sangat beragam. Berkumpul dengan orang – orang yang mempunyai minat yang sama dan mendiskusikan hal – hal yang berkaitan dengan apa yang kita kejar adalah salah satunya. Demikian pula mengikuti pelatihan, seminar, kursus, bergabung di maling list juga dapat kita lakukan.

2. Bersahabatlah dengan kegagalan

Kegagalan sering memaksa orang mencari pendekatan-pendekatan baru dan cara-cara atau strategi lain. Sesuatu yang sering tidak terpikirkan ketika segalanya berjalan baik-baik saja. Kita sering berhenti pada kesimpulan bahwa saya benar dan berhasil sampai sebuah kegagalan menyadarkan kita.

Ketika kita gagal, sesungguhnya pikiran mempunyai mekanisme untuk menjadikan kegagalan itu sebagai “pelecut”. Tapi tentu saja ambang lecut itu bagi masing – masing orang berbeda. Kalau kita menyimak sejarah orang – orang besar, mereka mempunyai ambang/toleransi jatuh yang sangat lebar, sehingga dalam kegagalan yang fatal dan terus menerus sekalipun, mereka berusaha mencari cara baru untuk menghindari kegagalan yang sama. Kegagalan, semata – mata memang persoalan pikiran. Tidak lebih.

Yang perlu dilakukan dalam merangkul kegagalan adalah kesadaran untuk menjadi kritikus bagi diri sendiri. Membuka diri terhadap kesadaran bahwa sesuatu mungkin saja gagal. Teliti kesalahannya dan perbaiki.

Colonel Sanders, pendiri Kentucky Fried Chicken, memutuskan untuk mencoba resep ayamnya yang terakhir dalam usia 60 tahun, setelah secara terus menerus mencoba berbagai resep. Kemudian ia berusaha menjual resep olahannya ke berbagai restoran, di mana ia berharap bisa berbagi keuntungan. Bayangkan, Colonel Sanders sudah mendatangi restoran dan orang-orang yang diharapkan mau membeli resep olahnnya sebanyak 1002 kali. Dan akhirnya ia membuktikan pada dunia, bahwa ia orang yang sukses setelah melewati kegagalan yang terus menerus.

3. Ikutilah intuisi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), intuisi didefinisikan sebagai daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesutau tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati. Orang sering mempertentangkan logika dengan intuisi. Padahal proses berpikir secara logis pun seringkali melibatkan intuisi. Dalam hal ini, pilihan berdasar pertimbangan yang logis sering dihadapkan pada begitu banyak alternatif dan intuisi membantu menetapkan pilihan itu. Walaupun kesimpulan dari suatu proses berpikir logis tampaknya merupakan puncaknya, tapi tanpa melibatkan intuisi kita sering ragu dan tidak puas apakah benar kesimpulan tersebut merupakan puncak dari proses berpikir logis.

Meskipun para ilmuwan besar dalam bekerja selalu didasari obyektivitas, bagaimanapun mereka tetap melibatkan intuisi dalam proses penemuan monumentalnya. Pada hampir semua hipotesis ilmiah, mula – mula timbul intuisi yang bergesekan dengan hipotesis tersebut dan kemudian dilaukan pembuktian – pembuktian yang teliti untuk mendukung hipotesis tersebut. Thomas Alva Edison telah menguji 43.000 filamen dengan melakukan hampir 20.000 kali kegagalan eksperimen. Namun intuisinya mengatakan bahwa filamen itu ada, sampai ia benar-benar membuktikannya dan menemukan bola lampu yang sekarang kita kenal.

3 comments

  1. Daily News About Fried Chicken : A few links about Fried Chicken - Sunday, 31 May 2009 11:25 posted on June 1, 2009:

    [...] Inspirasi mata waktu ke-4 : Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian [...]

  2. enecorgoPew-tool posted on May 17, 2010:

    apa yang saya cari, terima kasih

  3. Wib posted on May 18, 2010:

    Thx jk anda menyukainya, sorry sdh lama tdk diupdate.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Read more

«
»