Wib"/>

Jump to content.

Inspirasi mata waktu ke-9 : Lakukanlah selalu apa-apa yang takut kau lakukan

“Lakukanlah selalu apa-apa yang takut kau lakukan”
(Ralph Waldo Emerson, Esais – penyair – filsuf Amerika, 1833 – 1899)

1. Melangkah terus

Ketakutan selalu seperti virus yang terus menyebar dan semakin membesar jika kita tidak melawannya. Dan ironisnya ketakutan sering tidak beralasan. Salah satu cara melawan ketakutan adalah mengisolasinya sehingga tidak sampai, dengan kronis, mempengaruhi pikiran. Melangkah terus adalah cara yang paling tepat untuk mengisolasi sekaligus tidak membiarkan ketakutan berkembang. Melangkah terus dan yakin atas apa yang kita lakukan akan memperbesar rasa percaya diri kita, sehingga vaksin terhadap virus ketakutan akan semakin kuat.

Ketika kita berhenti mengerjakan sesuatu yang menantang, sesuatu yang berisiko, kita justru sering terjebak pada ketakutan dan kekhawatiran, karena pikiran memberi kesempatan pada ketakutan dan kekhawatiran itu untuk berkembang. Ketakutan, sesungguhnya merupakan kondisi pikiran. Ketakutan lahir dari pikiran. Mungkin saja karena kita ciptakan sendiri berdasar prasangka dan angan – angan, atau karena pengaruh dari luar. Namun dari manapun sumber ketakutan itu, pikiran kita sendirilah yang berperan memelihara dan membesarkannya.

Maka sebagaimana pikiran melahirkan dan membesarkan ketakutan, sesungguhnya pikiran pula yang mampu menghentikan dan mematikannya. Cara terbaik untuk melenyapkan virus ketakutan, adalah dengan menguatkan keyakinan bahwa ketakutan kita sesungguhnya tidak nyata dan tidak beralasan. Ini berarti pula kita sepenuhnya mengendalikan pikiran sehingga hanya berisi hal-hal yang baik, hal – hal yang memotivasi dan memberi harapan, sehingga menimbulkan keberanian.

Melangkah terus dalam melakukan sesuatu yang menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran menjadi cara yang tepat sebagai terapi pikiran, agar pikiran tidak memelihara ketakutan lebih besar, baik karena prasangka dari dalam pikiran itu sendiri maupun karena stimulasi dari luar.

2. Akrabi dan pahamilah hal-hal yang berlawanan

Kita harus menyadari bahwa dalam kehidupan selalu ada hal-hal yang berlawanan. Dan itu saling menentukan dan memberi informasi. Adalah tidak mudah memahami makna keberanian tanpa mengerti ketakutan, ketenangan tanpa kegelisan, keberhasilan tanpa kegagalan, besar tanpa kecil, kemenangan tanpa kekalahan, kebahagiaan tanpa kesedihan dll. Kita pasti sulit memahami satu kutub dari dua keadaan berlawanan tersebut tanpa berpikir tentang konsep kutub yang lain. Kita sulit memahami sesuatu tanpa mengerti atau mengalami sebaliknya.

Misalnya, kita punya keyakinan untuk meneguhkan keberanian karena kita paham tentang ketakutan. Kita sadar betapa nikmatnya keberhasilan karena sebelumnya kita mengalami kegagalan. Jadi, pada dasarnya sesuatu ada karena sebaliknya. Kita merasakan sesuatu dengan membandingkan dengan lawannya. Demikianlah, kondisi kehidupan tak pernah berjalan sendirian. Selalu berpasangan, selalu saling menggantikan, sebagaimana yang dikatakan Hermann Hesse, seorang novelis dari Jerman : “Setiap kehidupan itu mekar dan berkembang hanya melalui pembelahan dan kontradiksi”. Jadi pikirkan keberanian, karena kita tahu apa itu ketakutan dan akibat-akibatnya.

3. Temukan paradoksnya

Paradoks menggugah kita untuk berpikir dan merangsang kita masuk dalam pemikiran kreatif. “Memahami paradoks” berarti menimbang dua hal yang saling berlawanan bekerja bersama dalam satu proses. Hal – hal yan paradoksal –termasuk kata-kata bijak orang-orang terkenal—memaksa kita untuk melepaskan satu titik sudut pandang yang semula kita yakini, kemudian beralih ke sudut pandang yang lain.

Bisakah kutipan – kutipan berikut ini menuntun kita pada sudut pandang baru? William Shakespeare : “Keberuntungan hinggap pada sebagian kapal yang tidak dikemudikan”, Francis Bacon : “Jika seseorang memulai dengan keyakinan, dia akan berakhir dengan keraguan, tetapi jika dia mau memulai dengan keraguan dia akan berakhir dengan keyakinan”, Santo Fransiskus : “ Dalam memberi itulalah kita menerima, dalam mengampuni itulah kita diampuni”, Henry Ward Beecher : “Yang membuat kita kaya di dunia ini bukan apa yang kita ambil, tapi apa yang kita berikan”, John Jeremiah Daniell : “Yang miskin bukan yang punya sedikit, tetapi yang punya banyak keinginan”, Helen Keller : “ Aku ingin sekali melakukan sesuatu yang besar dan mulia, tetapi tugas utamaku adalah melakukan hal-hal kecil dan menganggapnya sebagai sesuatu yang besar dan mulia”, Pablo Picasso : “Seni adalah kebohongan yang membuat kita menyadari kebenaran”. Dan akhirnya, sudut pandang baru seperti apa yang bisa kita ambil dari kutipan berikut : “Lakukanlah selalu apa-apa yang takut kau lakukan”

3 comments

  1. Neeta posted on August 4, 2009:

    ini tulisan yg kucari-cari. menggugah dan memang memberi inspirasi. boleh tahu bk2 yg dipakai ref-nya?

  2. Anggun posted on August 5, 2009:

    Sng bc postingan2 ini. Nice article. Baca smbl merenung…

  3. Roselina posted on August 25, 2009:

    don’t stop writing. i’ve really inspired by these articles :-)

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Read more

«
»