Inspirasi mata waktu ke-2 : Biarkan dengan ringan hidupmu menari
“Biarkan dengan ringan hidupmu menari di batas waktu, seperti embun pada pucuk sebuah daun”
(Rabindranath Tagore, 1861 – 1941)
1. Kenali situasinya
Kehidupan yang kita jalani tidak berjalan secara acak dan sembarangan, namun disadari atau tidak merupakan rangkaian dari hal – hal yang kita lakukan sebelumnya. Orang sering mengeluh harinya sial, tapi benarkah (sekecil apapun dan sadar atau tidak) pada saat itu tidak ada keputusan dan tindakan sebelumnya yang menyebabkannya? Inilah pentingnya mengenal situasi sebelum kita bertindak.
Mengenali situasi berarti mengenali diri kita, orang lain dan hal-hal lain/lingkungan sekitar kita. Dengan mengenali situasi, berarti kita memahami resiko dan memahami resiko berarti memahami cara untuk mengantisipasi kegagalan sesedikit mungkin. Disadari bahwa kemampuan mengenal situasi adalah hal yang penting, maka sejak kecil pun kita sesungguhnya sudah sering dilatih oleh guru maupun orang tua kita untuk menguasainya. Misalnya, dulu saat hendak menyeberang jalan kita selalu diingatkan untuk menengok kiri – kanan terlebih dahulu, setelah memungkinkan baru kita menyeberang. Kita pasti juga sering diingatkan untuk tidak membaca ketika penerangan tidak layak, untuk mencegah gangguan penglihatan kita. Dan ketika kita dewasa pun pentingnya mengenal situasi akan sangat berperan dalam kehidupan sehari – hari. Misalnya, tentu kita akan memilih menunda membicarakan persoalan yang tidak terlalu mendesak dengan bos kita saat kita melihat wajahnya cemberut dan uring-uringan, bukan? (kecuali pembawannya memnag demikain
)
Daniel Goleman, dalam Emotional Intelligence mengilustrasikan suatu metode yang menarik dalam menyelesaikan suatu masalah yang melibatkan pengenalan sitausi ini, yaitu metode SOCS yang merupakan akronim dari Situation, Option, Consequence, Solutions (Situasi, Pilihan, Akibat, Penyelesaian). Ini merupakan metode empat langkah : mengatakan apa situasinya dan bagaimana perasaan kita terhadap situasi itu; pikirkanlah pilihan – pilihan kita untuk menyelesaikan situasi tersebut dan apakah akibat – akibat yang mungkin timbul, kemudian ambillah suatu pemecahan dan laksanakan.
Prinsip dari mengenal situasi adalah kehati-hatian untuk mengambil langkah dan keputusan. Elizabeth Jolley, seorang penulis Australia, dalam aktifitas menulisnya mempunyai kalimat yang bernas untuk urusan mengenali situasi : “Saya berhati – hati agar tidak membuat kesalahan. Sungai saya tidak pernah mengalir ke hulu”.
2. Beranilah menjelajah
Penemuan baru, selalu diawali dari keberanian untuk mencari dan menjelajah. Barangkali berbagai bahan untuk melahirkan gagasan – gagasan baru, seperti pengetahuan, informasi dan pengalaman, bisa diperoleh dari tempat, bahan, atau informasi lama. Tetapi akan lebih banyak hal – hal baru yang asli bisa kita peroleh dari pengalaman, kejadian, tempat, dan sumber informasi yang baru. Alam menyediakan sumber yang luar biasa untuk penemuan dan gagasan – gagasan baru. Yang diperlukan hanya keberanian untuk keluar dari zone aman yang selama ini kita tinggali, dan itu artinya kita mesti berani menjelalajah lebih jauh dan mencoba hal – hal baru.
John Stith Pemberton, penemu racikan minuman Coca Cola adalah seorang ahli obat – obatan. Meskipun ia telah mematenkan beberapa penemuanya, namun ia belum puas karena merasa pemuan-penemuanya tersebut kurang spektakuler. Ia berharap bisa menemukan racikan obat yang enak dikonsumsi. Maka ia mencampurkan tanaman Coca, sebuah tanaman yang telah lama dikenal masyarakat Peru dan Bolivia sebagi suplemen dengan tanaman Cola dan Damiana, yang juga telah terkenal khasiatnya sebagai perangsang kinerja otak dan pembangkit energi. Maka penjelajahan gagasannya menghasilkan apa yang sekarang kita kenal dengan minumal bersoda Coca Cola.
Otto van Guericke, menemukan pompa air dari ketidak percayaannya pada pendapat Aristoteles bahwa tidak ada ruang hampa udara di dunia ini. Ia melakukan percobaan yang kemudin membuktikan tentang teori tekanan udara. Guericke lalu berkesimplan bahwa alam tidak mentolerir ruang hampa udara. Jik ada sebuah ruang hampa udara, maka materi yang berhubungan dengannya, entah udara ataupun air akan segera mengisinya. Prinsip ini ia gunakan untk menemukan pompa air.
Seorang penjelajah yang kreatif akan selalu punya anggapan dasar bahwa ”dunia” yang ia masuki selalu menyimpan bahan dan informasi, sehingga merupakan sumber gagasan yang segar. Yang perlu dilakukan hanya menemukan informasi itu dan menggarapnya menjadi gagasan baru.
Bila kita pergi ke pasar kita akan menemukan gagasan di sana. Demikian pula jika kita pergi ke pameran buku, museum, tempat pemancingan, jalan yang kita lewati saat dengan santai kita bersepeda dan lain-lain. Hal yang sama akan kita temui jika kita membaca buku, mendengarkan pidato orang lain serta sumber-sumber gagasan lain. Kuncinya hanya satu : membuka pikiran kita. Dari situ kita bisa mendapatkan informasi baru dan kemudian mengolahnya menjadi sebuah gagasan.
3. Perhatikan hal – hal kecil
Alam menunjukkan hal – hal yang menakjubkan justru pada bagian-bagian kecilnya, pada detil-detilnya. Hal – hal menakjubkan tersebut jika kita eksplorasi lebih lanjut akan menghasilkan gagasan – gagasan baru dan segar.
Penemuan – penemuan lahir dari pengamatan terhadap hal – hal kecil dan detil tentang alam. Model yang menjadi temuan- temuan besar seringkali telah dikemukakan sebagai analogi dari alam. Alfred Russel Wallace adalah kisah keuletan seorang petualang dan ilmuwan yang sangat peduli pada hal – hal kecil dan detil. Ia cemat dan detil mengamati dan mengumpulkan keragaman wujud genetika di alam. Dia tak pernah mengamati dua kupu-kupu dengan motif bintik bulu yang sama. Dia menemukan bahwa rusa yang bertanduk panjang ternyata punya anak yang bertanduk bantat. Dia selalu menemukan detil dan variasi.
Sir Basil Spence, seorang arsitek modern Inggris, sedang membuka – buka majalah sejarah alam dan dia melihat pembesaran mata lalat. Apa yang dia lihat kemudian menjadikannya ilham bagi bangunan kubah gereja desainnya.
Konstruksi sosro bahu yang sering diterapkan dalam pembangunan jalan layang, ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati ketika ia membongkar mobilnya. Ia menemukan bantalan karet yang saling bertaut dengan pelumas diantaranya, dan itu memberinya ide untuk diterapkan pada konstruksi temuannya tersebut.
Para pengarang besar masa lalu adalah orang – orang yang tekun mengamati detil suatu kota. Hampir setiap hari Honore De Balzac menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyususri jalanan di Paris, Carles Dickens menyusuri jalanan di London dan Fyodor Dostoyevski, jalanan di St. Petersburg.
Yang harus diperhatikan adalah bahwa apa yang diilhamkan oleh alam biasanya adalah suatu prinsip yang telah dikembangkan oleh alam untuk menyelesaikan suatu kebutuhan atau masalah khusus dan dalam situasi tertentu. Dan model – model itu dapat diterapkan untuk semua pemikiran kreatif kita. Tugas kita adalah melihat lebih dalam. Melihat lebih detil.
3 comments
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Read more
« Inspirasi mata waktu ke-1 : Ketika anda menghadap matahari
Inspirasi mata waktu ke-3 : Manik-manik pengetahuan itu sudah diterima »


The article is usefull for me. I’ll be coming back to your blog.
Thanks Kelly and you really came back to my blog
You know so many interesting infomation. You might be very wise. I like such people. Don’t top writing.