<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.9.2" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title></title>
	<link>http://www.matawaktu.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 May 2010 06:21:14 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-10 : Jejak-jejak kaki di pasir waktu, tidak dibuat sambil duduk</title>
		<description><![CDATA[&#8220;Jejak-jejak kaki di pasir waktu, tidak dibuat sambil duduk&#8221; 
(James Lee Valentine, motivator &#8211; penulis)

1. Tindaklanjuti  ide dan pemikiran dengan segera 
Tentu kita tidak bisa menyangkal pentingnya sebuah impian, rencana, pemikiran, maupun konsep dalam perjalanan mengejar suatu tujuan. Semua itu menjadi dasar dan pijakan  serta seringkali memberi gambaran mengenai gerak dan arah pekerjaan [...]]]></description>
		<link>http://www.matawaktu.com/?p=170</link>
			</item>
	<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-9 : Lakukanlah selalu apa-apa yang takut kau lakukan</title>
		<description><![CDATA[“Lakukanlah selalu apa-apa yang takut kau lakukan”
(Ralph Waldo Emerson, Esais – penyair &#8211; filsuf Amerika, 1833 &#8211; 1899)
 1. Melangkah terus
Ketakutan selalu seperti virus yang terus menyebar dan semakin membesar jika kita tidak melawannya. Dan ironisnya ketakutan sering tidak beralasan. Salah satu cara melawan ketakutan adalah mengisolasinya sehingga tidak sampai, dengan kronis, mempengaruhi pikiran.  [...]]]></description>
		<link>http://www.matawaktu.com/?p=156</link>
			</item>
	<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-8 : Ujian terbesar di dunia ini adalah menanggung kekalahan tanpa kehilangan hati</title>
		<description><![CDATA[“Ujian terbesar di dunia ini adalah menanggung kekalahan tanpa kehilangan hati”
(Robert Green Ingersoll, Lawyer-orator- penulis Amerika, 1833 &#8211; 1899)
1. Perluas batasan kegagalan
Seorang wartawan bertanya kepada Thomas Alva Edison ketika jumlah kegagalan yang dia lakukan dalam percobaan membuat bola lampu  sudah mencapai 9.999 kali, &#8220;Apakah anda akan terus melakukan kegagalan sampai 10. 000 kali?&#8221; Dan [...]]]></description>
		<link>http://www.matawaktu.com/?p=137</link>
			</item>
	<item>
		<title>Inspirasi  mata waktu ke-7 : Kehidupan yang paling menyenangkan adalah kehidupan imajinasi.</title>
		<description><![CDATA[“Kehidupan yang paling menyenangkan adalah kehidupan imajinasi. Karena itu janganlah mengungkung imajinasi seseorang”
(Jules Verne, Penulis novel fiksi ilmiah, 1828 – 1905)

1. Balikkanlah logika
Kadang suatu sasaran bisa tercapai justru melalui pendekatan yang membalikkan logika. Segala sesuatu adalah mungkin, ini prinsipnya dan bahkan ketika suatu masalah menurut cara berpikir  yang lazim sulit diselesaikan, kenapa tidak mencoba [...]]]></description>
		<link>http://www.matawaktu.com/?p=61</link>
			</item>
	<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-6 : Kita tidak dapat mendorong-dorong seseorang naik tangga</title>
		<description><![CDATA[“Kita tidak dapat mendorong-dorong seseorang naik tangga, kecuali ia mau naik anak tangga demi anak tangga”
(Andrew Carnegie, Industrialis Amerika, 1835 – 1919)

1. Tentukan ke arah mana kita akan
        pergi
Apapun yang diharapkan oleh manusia (apakah itu pengembangan teknologi, penulisan buku, pendirian sebuah usaha, upaya penemuan dll) selalu di dahului [...]]]></description>
		<link>http://www.matawaktu.com/?p=25</link>
			</item>
	<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-5 : Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup anda</title>
		<description><![CDATA[&#8220;Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup anda, tahu seluruh dunia itu bukan apa-apa&#8221;.
(Osho, Guru Spiritual, 1931 – 1990)

1. Pelajari dan tandailah perubahan kita 
Di dunia ini, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dan semestinya segala sesuatu berubah karena memang demikianlah dunia berkembang. Tak ada yang tidak berubah, bahkan pada sebuah benda mati sekalipun. Jika kita merasa [...]]]></description>
		<link>http://www.matawaktu.com/?p=21</link>
			</item>
	<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-4 : Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian</title>
		<description><![CDATA[&#8220;Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian&#8221;
(Rene Descartes,  1596 – 1650)

1.Tentukanlah pijakan kita
Apapun yang kita kejar dan harapkan, kita perlu membangun pondasi untuk mengawalinya. Ini penting, karena seperti bangunan rumah, apapun jenis dan model yang akan kita bangun, pondasi adalah hal pertama yang harus kita perhatikan. Pondasi untuk membangun  apa yang kita harapkan, dapat [...]]]></description>
		<link>http://www.matawaktu.com/?p=19</link>
			</item>
	<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-3 : Manik-manik pengetahuan itu sudah diterima</title>
		<description><![CDATA[&#8220;Manik-manik pengetahuan itu sudah diterima, hanya tinggal merangkainya menjadi kalung&#8221;
(Kenneth Earl Wilber Jr, Penulis Amerika, 1949 &#8211; )

1. Carilah gagasan di sekitar kita
Seringkali gagasan-gagasan segar ada di sekitar kita, namun kita tidak menyadarinya. Banyak hal begitu gampang lepas dari perhatian kita, karena kita kerap memandang sebelah mata segala sesuatu yang sudah biasa dan dekat dengan [...]]]></description>
		<link>http://www.matawaktu.com/?p=16</link>
			</item>
	<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-2 : Biarkan dengan ringan hidupmu menari</title>
		<description><![CDATA[“Biarkan dengan ringan hidupmu menari di batas waktu, seperti embun pada pucuk sebuah daun”
(Rabindranath Tagore, 1861 – 1941)

1. Kenali situasinya

Kehidupan yang kita jalani tidak berjalan  secara acak dan sembarangan, namun disadari atau tidak merupakan rangkaian dari hal – hal yang kita lakukan sebelumnya. Orang sering mengeluh harinya  sial, tapi benarkah (sekecil apapun dan [...]]]></description>
		<link>http://www.matawaktu.com/?p=13</link>
			</item>
	<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-1 : Ketika anda menghadap matahari</title>
		<description><![CDATA[“Ketika Anda menghadap matahari, bayangannya akan selalu jatuh di belakang anda”
(Helen Keller, 1880 – 1968)

1. Bersikaplah optimis
 Tak ada sesuatupun dapat dimulai dengan baik tanpa perasaan optimis. Bisa saja orang tidak sungguh – sungguh tahu apa yang akan terjadi ketika ia menyelesaikan suatu pekerjaannya, tapi setidaknya perasaan optimis akan terus menuntun usahanya untuk sampai ke [...]]]></description>
		<link>http://www.matawaktu.com/?p=9</link>
			</item>
</channel>
</rss>
