August 3rd, 2009
“Lakukanlah selalu apa-apa yang takut kau lakukan”
(Ralph Waldo Emerson, Esais – penyair - filsuf Amerika, 1833 - 1899)
1. Melangkah terus
Ketakutan selalu seperti virus yang terus menyebar dan semakin membesar jika kita tidak melawannya. Dan ironisnya ketakutan sering tidak beralasan. Salah satu cara melawan ketakutan adalah mengisolasinya sehingga tidak sampai, dengan kronis, mempengaruhi pikiran. Melangkah terus adalah cara yang paling tepat untuk mengisolasi sekaligus tidak membiarkan ketakutan berkembang. Melangkah terus dan yakin atas apa yang kita lakukan akan memperbesar rasa percaya diri kita, sehingga vaksin terhadap virus ketakutan akan semakin kuat.
Ketika kita berhenti mengerjakan sesuatu yang menantang, sesuatu yang berisiko, kita justru sering terjebak pada ketakutan dan kekhawatiran, karena Baca selengkapnya…>>
3 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by Wib
June 20th, 2009
“Ujian terbesar di dunia ini adalah menanggung kekalahan tanpa kehilangan hati”
(Robert Green Ingersoll, Lawyer-orator- penulis Amerika, 1833 - 1899)
1. Perluas batasan kegagalan
Seorang wartawan bertanya kepada Thomas Alva Edison ketika jumlah kegagalan yang dia lakukan dalam percobaan membuat bola lampu sudah mencapai 9.999 kali, “Apakah anda akan terus melakukan kegagalan sampai 10. 000 kali?” Dan Edison menjawab : “Saya belum gagal, saya hanya menemukan 10 ribu cara yang tidak bisa digunakan”. Bisa saja orang berpikir betapa naifnya dia, karena nyata-nyata telah mengalami kegagalan namun tidak mengakuinya. Tapi sebagaimana kemudian terjadi, pada akhirnya dia memang berhasil menemukan bola lampu impiannya, setelah bertahan melewati kegagalan terus menerus. Tapi sesungguhnya apa yang membuat dia bisa sedemikian ringan menafikan kegalan-kegagalannya dan pada akhirnya mencapai garis finis keberhasilan? Bagaimana dia bisa sedemikain tahan terhadap kegagalan-kegagalan?
Kunci dari kemampuan Edison menafikan kegagalannya adalah kemampuannya bersahabat dengan kegagalan itu dengan membuat batasan yang luas (dan bahkan mungkin sangat luas) tentang kegagalan. Sebagaimana jawaban bijak yang dia kemukakan tentang Baca selengkapnya…>>
3 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by Wib
June 3rd, 2009
“Kehidupan yang paling menyenangkan adalah kehidupan imajinasi. Karena itu janganlah mengungkung imajinasi seseorang”
(Jules Verne, Penulis novel fiksi ilmiah, 1828 – 1905)
1. Balikkanlah logika
Kadang suatu sasaran bisa tercapai justru melalui pendekatan yang membalikkan logika. Segala sesuatu adalah mungkin, ini prinsipnya dan bahkan ketika suatu masalah menurut cara berpikir yang lazim sulit diselesaikan, kenapa tidak mencoba melalui jalan lain dengan menjungkir balikkan logika? Ketika segala sesuatu diselesaikan dengan pendekatan yang logis, itu karena persoalan kewajaran saja. Dan nilai – nilai kewajaran itu ada karena secara umum diterima, karena memang begitulah pikiran kebanyakan orang menerimanya.
Untuk memacu penyelesaian kreatif, beberapa jalan yang tidak “logis” dapat ditempuh. Cara ini akan membawa kita pada penyelesaian-penyelesaian tidak biasa yang mugkin tidak terpikirkan sebelumnya. Bisakah kita Baca selengkapnya…>>
No Comments » |
Uncategorized |
Permalink
Posted by Wib
May 31st, 2009
“Kita tidak dapat mendorong-dorong seseorang naik tangga, kecuali ia mau naik anak tangga demi anak tangga”
(Andrew Carnegie, Industrialis Amerika, 1835 – 1919)
1. Tentukan ke arah mana kita akan
pergi
Apapun yang diharapkan oleh manusia (apakah itu pengembangan teknologi, penulisan buku, pendirian sebuah usaha, upaya penemuan dll) selalu di dahului dengan memvisualisasi keinginan tersebut ke dalam pikiran dan menentukan tujuan dan cara mencapainya. Tanpa hal itu mustahil tujuan yang diharapkan bakal tercapai. Tanpa menentukan ke arah mana tujuannya, niscaya manusia akan terhuyung-huyung dan terjerembab. Telepon genggam tentu tidak hadir dalam kehidupan manusia begitu saja, tapi merupakan hasil dari penetapan tujuan dari para ilmuwan dan insinyur untuk membuat manusia lebih mudah berkomunikasi, cepat dan fleksibel.
Kita tidak mungkin sampai ke tujuan yang kita harapkan tanpa menentukan ke mana kita akan pergi. Menentukan ke mana tujuan kita berarti Baca selengkapnya…
No Comments » |
Uncategorized |
Permalink
Posted by Wib
May 31st, 2009
“Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup anda, tahu seluruh dunia itu bukan apa-apa”.
(Osho, Guru Spiritual, 1931 – 1990)
1. Pelajari dan tandailah perubahan kita
Di dunia ini, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dan semestinya segala sesuatu berubah karena memang demikianlah dunia berkembang. Tak ada yang tidak berubah, bahkan pada sebuah benda mati sekalipun. Jika kita merasa nyaman dalam suatu keadaan, maka kita cenderung tidak berkembang. Seharusnya kita berubah. Seharusnya kita berkembang.
Mempelajari bagaimana kita berubah adalah mempelajari pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan. Karena merupakan sebuah kecenderungan, suatu saat kita bisa memakainya dengan sengaja dan mengharapkan perubahan dari cara itu. Dulu ketika awal belajar membaca, kita sering Baca selengkapnya…
No Comments » |
Uncategorized |
Permalink
Posted by Wib
May 31st, 2009
“Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian”
(Rene Descartes, 1596 – 1650)
1.Tentukanlah pijakan kita
Apapun yang kita kejar dan harapkan, kita perlu membangun pondasi untuk mengawalinya. Ini penting, karena seperti bangunan rumah, apapun jenis dan model yang akan kita bangun, pondasi adalah hal pertama yang harus kita perhatikan. Pondasi untuk membangun apa yang kita harapkan, dapat bermacam-macam. Tapi saya rasa sikap mental merupakan hal utama, karena dengan itu kita bisa menggerakkan sumber daya yang lain untuk mengejar impian dan harapan kita.
Kita tahu bahwa sejarah pencarian dan penemuan selalu diawali dengan membangun pijakan yang kokoh. Diawali dari minat, kemudian Baca selengkapnya…
1 Comment |
Uncategorized |
Permalink
Posted by Wib
May 31st, 2009
“Manik-manik pengetahuan itu sudah diterima, hanya tinggal merangkainya menjadi kalung”
(Kenneth Earl Wilber Jr, Penulis Amerika, 1949 - )
1. Carilah gagasan di sekitar kita
Seringkali gagasan-gagasan segar ada di sekitar kita, namun kita tidak menyadarinya. Banyak hal begitu gampang lepas dari perhatian kita, karena kita kerap memandang sebelah mata segala sesuatu yang sudah biasa dan dekat dengan kita. Mampu memperhatikan hal-hal yang biasa, (barangkali) sepele dan dekat dengan kita dan menempatkannya sebagai sumber gagasan, memang memerlukan kesadaran dan kebiasaan.
Apa yang ada disekitar kita : gejala-gejala alam, kebiasaan makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungan, interaksi hewan dalam komunitasnya dan sebagainya, merupakan sumber-sumber gagasan yang kaya. Sudah banyak penemuan yang diterapkan sebagai analogi dari gejala-gejala yang ada di sekitar kita. Radar, misalnya, ditemukan dari mempelajari cara kelelawar Baca selengkapnya…
1 Comment |
Uncategorized |
Permalink
Posted by Wib
May 31st, 2009
“Biarkan dengan ringan hidupmu menari di batas waktu, seperti embun pada pucuk sebuah daun”
(Rabindranath Tagore, 1861 – 1941)
1. Kenali situasinya
Kehidupan yang kita jalani tidak berjalan secara acak dan sembarangan, namun disadari atau tidak merupakan rangkaian dari hal – hal yang kita lakukan sebelumnya. Orang sering mengeluh harinya sial, tapi benarkah (sekecil apapun dan sadar atau tidak) pada saat itu tidak ada keputusan dan tindakan sebelumnya yang menyebabkannya? Inilah pentingnya mengenal situasi sebelum kita bertindak.
Mengenali situasi berarti mengenali diri kita, orang lain dan hal-hal lain/lingkungan sekitar kita. Dengan mengenali situasi, berarti kita memahami resiko dan memahami resiko berarti memahami cara untuk mengantisipasi kegagalan sesedikit mungkin. Disadari bahwa kemampuan mengenal situasi adalah Baca selengkapnya…
3 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by Wib
May 31st, 2009
“Ketika Anda menghadap matahari, bayangannya akan selalu jatuh di belakang anda”
(Helen Keller, 1880 – 1968)
1. Bersikaplah optimis
Tak ada sesuatupun dapat dimulai dengan baik tanpa perasaan optimis. Bisa saja orang tidak sungguh – sungguh tahu apa yang akan terjadi ketika ia menyelesaikan suatu pekerjaannya, tapi setidaknya perasaan optimis akan terus menuntun usahanya untuk sampai ke garis akhir tujuannya, atau setidaknya terminal sementara untuk kemudian meneruskan usahanya.
Optimisme berarti memiliki harapan, bahwa secara umum hal-hal dalam kehidupan yang dipikirkan/dikerjakan, akan berjalan baik – baik saja, meskipun seringkali gagal dan hancur. Pada kebanyakan kasus, optimisme lebih pada Baca selengkapnya…
No Comments » |
Uncategorized |
Permalink
Posted by Wib